Share it

Sabtu, 21 Mei 2011

Analisis Transaksional


A.                 PANDANGAN TEKNIK TERAPI ( PENDEKATAN YANG MENJADI TUGAS KAJIAN TENTANG MANUSIA BERMASALAH )
Analisis transaksional memandang bahwa manusia sebenarnya adalah semuanya OK, yang berarti bahwa manusia perilakunya mempunyai dasar yang menyenangkan dan mempunyai potensi serta keinginan untuk mengaktualisasikan diri. Dalam menjalin hubungan dengan orang lain jika subjek mampu mengayomi dan berperilaku yang baik dalam arti cocok, perhatian dan saling mengisi akan menimbulkan suatu keadaan dimana tercipta kecocokan yakni I’am Ok and you’OK.
 Bila  mana manusia dikatakan bermasalah dalam hidupnya? Ada beberapa hal yang dapat menjelaskan hal tersebut dari sudut pandang TA, yaitu : Dalam buku terjemahan saya Oke, kamu Oke karya Thomas A. harris disebutkan ada beberapa sikap hidup yang digunakan oleh individu dalam hidupnya. Satu sikap yang dianggap tidak bermasalah adalah Saya Ok, kamu OK, tetapi ketiga sikap yang lain apabila diterapkan dalam kehidupan individu tersebut akan bisa menimbulkan masalah bagi individu tersebut dalam hubungannya dengan orang lain. Adapun sikap tersebut adalah :
a.       Saya tidak oke, kamulah yang oke yang berarti bahwa individu merasa tidak terpenuhi kebutuhannya dan merasa bersalah. Posisi ini biasa disebut depresif. Individu merasa bersalah, depresif, inferior, ketidak percayaan dan rasa takut.
b.      Saya oke, kamu tidak Oke yang berarti bahwa individu membutuhkan orang lain tetapi tidak ada yang dianggap cocok, individu merasa superior, merasa superior, merasa mempunyai hak untuk menggunakan orang lain sesuai dengan tujuannya.
c.       Saya tidak oke, kamu tidak oke berarti bahwa dirinya merasa tidak baik dan orang lain pun juga tidak baik, karena tidak ada sumber belaian yang baik individu akan menyerah dan merasa tidak berdaya. Kondisi ekstrim dan patologis disebut autism.

Menurut Eric Berne bahwa sumber-sumber tingkah laku, sikap dan perasaan sebagaimana individu melihat kenyataan, mengolah informasi dan melihat dunia diluar dirinya disebut dengan status ego. Istilah status ego yang dikemukakan oleh Berne berbeda dari teori freud ( id, ego dan super ego ) karena bukan merupakan construct akan tetapi sesuatu yang bisa diamati dengan indra yang merupakan kenyataan fenomenologis ( dengan melihat gejala-gejala yang nampak ). Dalam teorinya individu mengalami 3 status ego dalam hidupnya, yakni : kanak-kanak, dewasa dan orang tua. 
a.      Status ego anak : status ego anak terlihat dalam perilakunya dan cara berfikirnya ketika masih kanak-kanak dan berkembang dengan pengalaman semasa kanak-kanak. Dapat dilihat dalam perilakunya seperti manja, ingin menang sendiri, ingin diperhatikan, takut, pemberani, sembrono, bebas dan acuh.
b.      Status ego dewasa : dapat dilihat dari tingkah lakunya yang bertanggung jawab, mandiri dan rasional. Sifat dari status ego ini adalah objektif, penuh perhitungan dan masuk akal.
c.       Status ego orang tua : suatu kumpulan pola sikap, perasaan dan tingkah laku yang mirip dengan bagaimana orang tua individu merasa dan bertigkah laku terhadap dirinya.
Dari penjabaran diatas mengenai status ego individu, dapat diketahui bagaimana orang/individu dikatakan bermasalah atau tidak. Dalam individu batas antara status ego yang satu dengan yang lainnya sangatlah tipis, sehingga dimungkinkan terjadi percampuran ego yang satu ke yang lainnya. Dalam hal ini yang mengakibatkan individu dapat dikatakan bermasalah yakni :
a.      Eklusi
Eklusi berarti bahwa individu terkurung dalam salah satu status ego tertentu, akibatnya akan menghambat berfungsinya status ego yang lain. Contoh orang yang mengeklusikan dirinya dalam status ego orang tua, orang tersebut akan bertingkah laku terhadap orang lain layaknya seperti anak dengan perilakunya yang memberi kasih sayang, mencela, ikut campur urusan orang lain dan sering menasehati. Eklusi pada anak yang menyesuaikan yakni bertingkah laku pemurut, sopan, patuh dan penurut. Apabila anak yang wajar akan bersikap yang kreaatif, agresif, tergantung, spontan dan penuntut.
b.      Kontaminasi
Selain eklusi ada satu masalah fungsional yang sering dialami individu yakni kontaminasi yaitu dimana bercampurnya status ego yang satu dengan yang lainnya sehingga mengalami pencemaran.




Oval: Orang tua


Oval: Dewasa
 


Oval: Orang tua



Oval: dewasa                                          a
                                      


Oval: Kanak-kanak
 

Oval: Kanak-kanak                                           b

                                      

    Gambar A                                   Gambar B

Gambar paling baik adalah pada gambar A yakni lingkaran ODK terpisah. Namun dalam diri banyak orang lingkaran – lingkaran itu saling bertautan. Dibawah ini akan diterangkan macam kontaminasi dan penjelsannya ( Harris, 1981 ) :
Pertautan a dalam gambar A merupakan kontaminasi bagian dewasa oleh data bagian orang tua yang usang dan tak terselidiki, tetapi diperlakukan sebagai benar. Hal semacam itu disebut prasangka. Demikianlah pandangan seperti “kulit putih lebih baik daripada kulit hitam, “orang kidal kurang cekatan” atau “polisi itu jelek muncul dalam transaksi atas dasar prasangka, sebelum data realitas itu (bagian dewasa) diterapkan. Prasangka berkembang dalam masa awal kanak-kanak, ketika pintu penyelidikan hal-hal tertentu ditutup oleh orang tua yang memberi rasa aman itu. Anak yang masih kecil itu tidak berani membukanya karena takut dimarahi.
Pertautan b dalam gambar A kontaminasi bagian dewasa oleh bagian kanak-kanak dalam bentuk perasaan – perasaan lama atau pengalaman-pengalaman lama yang tidak layak diperhatikan pada masa sekarang. Dua gejala yang paling umum dari pencemaran macam ini ialah delusi dan halusinasi. Delusi berdasarkan perasaan takut. Contoh seorang yang percaya bahwa seorang salesman yang datang kerumahnya akan membunuhnya , dengan bermacam pembenaran yang ia yakini. Delusi ini tidak dapat dihilangkan hanya dengan menerangkan bahwa orang itu hanya salesman biasa. Delusi ini hanya bisa dihilangkan dengan jalan bahwa meyakinkan orang itu, bahwa ancaman terhadap bagian kanak-kanaknya yang dulu itu kini sudah tidak lagi dalam kenyataan.

B.        KONSEP-KONSEP DASAR TERAPI
Secara keseluruhan dasar filosofis analisis transaksional bermula dari asumsi bahwa semuanya OK, artinya bahwa setiap individu perilakunya mempunyai dasar menyenangkan dan mempunyai potensi untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Teori analisis transaksional  mendasarkan pada decision model, artinya setiap individu belajar perilaku yang spesifik dan memutuskan rencana hidupnya dalam menghadapi hidup dan kehidupannya (Psikoterapi pendekatan konvensial dan kontemporer, 2002).
TA ( analisis transaksional ) memfokuskan pada internal (intrapsikis) proses, dan juga hubungan interpersonal, interaksi dan proses. Tonggak praktek TA adalah rasa hormat yang mendalam dan empati. Analisis transaksional bukanlah terapi yang 'dilakukan untuk' klien, tetapi adalah 'dilakukan with'-Anda akan diharapkan untuk menjadi peserta penuh dan aktif dalam proses dan pekerjaan ini didukung oleh serangkaian perjanjian, atau kontrak untuk memastikan bahwa terapis dan klien mempertahankan fokus dan berada dalam perjanjian tentang sifat dan arah terapi (www.markwiddowson.com/page4.htm).
Dasar dari analisis transaksional adalah mengganti cara hidup yang otomatis dengan kesadaran, spontanitas, dan keakraban dengan jalan memanipulasi permainan dan naskah hidup yang menyalahkan diri atau mengalah. Harris ( dalam Corey, 1982) melihat bahwa tujuan dari analisis transaksional adalah membantu individu agar mempunyai kebebasan memilih, kebebasan untuk berubah dan berganti respon terhadap rangsang yang baru (Psikoterapi “pendekatan konvensial dan kontemporer”, 2002).
Dalam mempelajari terapi analisis transaksional kita perlu mengetahui pengertian dasar dari TA sendiri. Dibawah ini ada Beberapa pendapat tentang analisis transaksional yang dapat dirangkum oleh penulis:
a.       Analisis Transaksional adalah teori kepribadian dan psikoterapi sistematis untuk pertumbuhan pribadi dan perubahan pribadi (www.markwiddowson.com/page4.htm).
b.     Analisis Transaksional, umumnya dikenal sebagai TA para pengikutnya, adalah pendekatan integratif dengan teori psikologi dan psikoterapi. Hal ini digambarkan sebagai integratif karena memiliki unsur psikoanalitik, humanis dan kognitif pendekatan.. TA dikembangkan oleh AS kelahiran Kanada psikiater, Eric Berne, pada akhir 1950-an (en.wikipedia.org/wiki/Transactional_analysis).
c.     Analisis transaksionil adalah metode yang menyelidiki hubungan-hubungan timbal balik antara orang dengan menentukan bagian-bagian apa dari partner–partner hubungan ikut bermain (Thomas A. Harris, 1973 ). 

Menurut Asosiasi Internasional Analisis Transaksional ‘ TA 'adalah sebuah teori kepribadian dan sistematis psikoterapi untuk pertumbuhan pribadi dan perubahan pribadi. Secara garis besar TA dapat digunakan dalam beberapa aspek:

1.      Sebagai teori kepribadian, TA menggambarkan bagaimana orang-orang yang terstruktur psikologis. Ia menggunakan apa yang paling mungkin modelnya untuk digunakan yakni status ego- (Parent-Adult-Child) model, untuk melakukan sesuatu. Model tersebut membantu menjelaskan bagaimana orang berfungsi dan mengekspresikan kepribadian mereka dalam perilaku mereka.

  1. Ini adalah teori komunikasi yang dapat diperluas untuk analisis sistem dan organisasi.
  2. Ia menawarkan teori untuk perkembangan anak dengan menjelaskan bagaimana dalam masa dewasa pola hidup kita berasal dari masa kanak-kanak.  Penjelasan ini didasarkan pada gagasan "Hidup (atau Childhood) Script": asumsi bahwa kami terus berperilaku ketika dewasa seperti pada masa kanak-kanak, bahkan ketika hasilnya sakit atau kekalahan. Oleh karena itu klaim untuk menawarkan teori psikopatologi .
  3. Dalam aplikasi praktis, dapat digunakan dalam diagnosis dan perawatan berbagai jenis gangguan psikologis dan memberikan metode terapi untuk perorangan, pasangan, keluarga dan kelompok.
  4. Luar bidang terapi, telah digunakan dalam pendidikan untuk membantu guru dalam komunikasi yang jelas pada tingkat yang tepat, dalam konseling dan konsultasi, dan pelatihan manajemen komunikasi dan oleh badan-badan lain.

C.        TOKOH – TOKOH
Menurut sumber dari website (www.ericberne.com/transactional _analysis_description.htm) Kontribusi terbesar Freud (dan satu yang mempengaruhi Berne) adalah fakta bahwa kepribadian manusia adalah multi-faceted. Terlepas dari klasifikasi atau nama yang diberikan ke daerah tertentu kepribadian (id, superego, dll), setiap individu memiliki faksi yang sering berbenturan dengan satu sama lain. Dan inilah tabrakan dan interaksi antara faksi-faksi kepribadian yang menampakkan diri sebagai pikiran individu, perasaan, dan perilaku. Dengan demikian, di bawah teori-teori Freud, perilaku individu dapat dipahami dengan menganalisis dan memahami / nya tiga faksi. Dr Berne percaya bahwa struktur yang diusulkan itu Freud adalah "konsep ... [dan tidak] realitas fenomenologi.
Ilmuwan lain yang kontribusinya terhadap Dr Berne dalam pengembangan tentang Analisis Transaksional Dr Wilder Penfield, seorang ahli bedah saraf dari McGill University di Montreal. percobaan Penfield terfokus pada penerapan arus listrik untuk daerah tertentu dari otak. Penfield menemukan bahwa, ketika menerapkan saat ini ke lobus temporal pasien hidup dan waspada, ia akan merangsang kenangan yang berarti. Selain itu, tidak hanya foto-foto yang jelas tentang orang masa lalu yang mengungkapkan, tetapi juga perasaan dan emosi yang terkait dengan peristiwa yang kelihatan. Pasien-pasien ini akan membaca peristiwa ini, walaupun dalam banyak kasus bahwa pasien tidak dapat mengingat sendiri peristiwa mereka.
Penfield melakukan percobaan ini dan yang serupa selama bertahun-tahun. Beberapa kesimpulan penting bahwa dia mencapai yang berlangsung untuk mempengaruhi Berne dalam pengembangan tentang Transactional Analisis meliputi :
·         Bertindak otak manusia dalam banyak hal seperti camcorder, jelas rekaman peristiwa. Sementara peristiwa yang belum tentu bisa secara sadar diambil oleh pemiliknya, acara selalu ada di otak.
·         Baik peristiwa dan perasaan yang dialami selama acara yang disimpan di otak. Acara dan perasaan terkunci bersama-sama, dan satu tidak dapat ingat kembali tanpa yang lain.
·         Ketika replay individu nya pengalaman, ia dapat memutar ulang mereka dalam sebuah bentuk yang jelas bahwa individu pengalaman lagi emosi yang sama ia merasa selama pengalaman aktual. Atau, seperti itulah siswa Berne Thomas A. Harris mengatakan, "Saya tidak hanya ingat bagaimana aku rasakan, saya merasakan hal yang sama sekarang" 2
·         Individu dapat ada di dua negara ( status ego ) secara bersamaan. Individu mengulang peristiwa tertentu dapat mengalami emosi yang terkait dengan peristiwa-peristiwa itu, tetapi mereka juga mampu objektif berbicara tentang kejadian pada waktu yang sama.
Kontribusi ini oleh Penfield dan Freud, serta banyak lainnya, yang digunakan oleh Berne saat ia mengembangkan teori-teorinya tentang Analisis Transaksional dan permainan. Selain tokoh diatas ada beberapa tokoh lewat karyanya yang mewarnai dunia analisis transaksional, yaitu :
a.     Eric Berne's kemampuan untuk mengekspresikan ide-ide TA dalam bahasa umum dan popularisation tentang konsep dalam pasar buku massa terinspirasi booming teks TA populer, beberapa di antaranya menyederhanakan konsep TA ke tingkat yang merusak.
b.     Thomas Harris hasil kerja sukses yang sangat populer dari akhir 1960-an, buku dengan judul aku OK, Anda OK sebagian besar didasarkan pada Analisis Transaksional. Suatu penyimpangan fundamental, bagaimanapun, antara Harris dan Berne adalah bahwa Berne mendalilkan bahwa setiap orang mulai kehidupan di aku OK "posisi", sedangkan Harris percaya bahwa kehidupan mulai keluar "Aku tidak OK, Anda OK". Banyak analis transaksional telah dianggap Harris sebagai terlalu jauh dari keyakinan TA inti untuk dianggap sebagai analis transaksional.

D.        METODE TERAPI
Proses terapi dalam pendekatan analisis transaksional terdiri dari beberapa metode dalam prakteknya yakni (Psikoterapi “pendekatan konvensial dan kontemporer”, 2002):
a.       Analisis struktural
Analisis struktural adalah suatu cara yang dapat menjadikan individu sadar tentang isi dan fungsi dari status egonya ( ODK ). Didalam analisis transaksional klien belajar bagaimana mengidektifikasikan status egonya.
b.      Metode belajar
Analisis transaksional berdasarkan pada aspek kognitif, maka dalam hal ini metode belajar merupakan dasar bagi pendekatan terapi ini. Anggota kelompok pada terapi ini diharapkan mampu untuk kenal dengan analisis struktural dan memahami peran ego masing-masing ( ODK).
c.       Emphty chair
Prosedur kursi kosong dalam terapi ini, merupakan cara yang sangat baik dalam analisis struktural. Cara ini mengasumsikan bahwa klien mempunyai kesulitan dalam mengatasi dirinya dan pimpinannya. Klien disuruh membayangkan bahwa orang yang duduk didepannya adalah orang lain, dan kemudian diajak untuk berdialog. Prosedur ini memberikan kebebasan pada klien untuk mengekspresikan pikiran, perasaan dan sikapnya sebagaimana dirinya berperan pada status ego tertentu. Mc Neel ( dalam Corey ) menggambarkan bahwa teknik dua kursi yang kosong ini merupakan alat yang sangat efetif dalam membantu klien menyelesaikan konfliknya dengan orang tua atau orang lain yang ada disekitarnya pada waktu kilien dibesarkan. Tujuan dari teknik ini adalah untuk menyempurnakan unfinished bussines pada masa yang silam.
d.      Role playing
Teknik psikodrama atau role playing dalam hal ini akan memunculkan bermacam jenis variasi peran yang ada, yakni status ego masing ( ODK ). Dalam psikodrama ini diharapkan ada reaksi dari klien dalam menghadapi peran masing –masing anggota kelompok terapi dan tingkah laku itulah yang merupakan sasaran dari terapi ini.
e.       Familiy Modelling
Dalam teknik ini klien disuruh untuk membayangkan yang melibatkan banyak individu, mungkin yang berhubungan dengan pengalaman masa lalu atau dirinya. Klien menetapkan situasi dan menggunakan anggota lain dari kelompoknya sebagai anggota keluarga. Kemudian dari analisis didiskusikan dan dievaluasi dengan kesadaran yang penuh.
f.        Analysis of Ritual and Past time
Didalam analisis transaksional akan terlibat masalah identifikasi mengenai tata cara dan pengisi waktu yang tampaknya dapat digunakan dalam menstruktur waktu. Struktur waktu ini sangat penting didiskusikan dan diperiksa, karena hal ini merefleksikan bagaimana individu memutuskan naskahnya dalam kaitannya bagaimana individu tersebut melakukan transaksi dan bagaimana untuk mendapatkan belaian yang tidak menguntungkan dan akibatnya akan mengalami keakraban dengan orang lain.


g.       Analysis of game and rackets
Analisis permainan merupakan aspek yang penting dalam mengetahui transaksi yang sebenarnya dengan orang lain. Didalam hal ini perlu diobservasi dan diketahui bagaimana permainan dimainkan dan belaian apa yang diterima , bagaimana keadaan permainan itu apakah ada jarak dan apa diringi dengan keakraban.

E.         CONTOH KASUS SEBAGAI PENERAPAN TERAPI ANALISIS TRANSAKSIONAL

                      Ego State Therapy for Children

March 10, 2011 by antonius
Filed under hypnotherapy
Ego State Therapy for Children( http://www.mind-reprogramming.com/)
Mengapa saya jatuh cinta dengan Ego State Therapy ? Karena teknik ini sangat SIMPEL dan POWERFUL dimana teknik ini dapat dilakukan tanpa induksi samasekali. Nama tekniknya adalah Resistance Bridging. Teknik ini diciptakan khusus bagi orang yang tidak ingin dihipnosis karena ga mau dibuat mainan seperti yang sering dilihat di televisi. Bahkan
alumni saya yang sudah berjalan sekitar 25 angkatan mengatakan bahwa teknik ini ternyata mudah sekali, terutama bagi mereka yang pernah belajar hypnosis, teknik ini membantu mereka memahami lebih mudah khususnya dalam melakukan terapi.
Dalam satu pelatihan Ego State Therapy saya, ada satu kasus menarik dimana yang menjadi contoh kasus adalah seorang anak kelas 6 SD. Anak ini merasa takut berada di tempat gelap karena masih sukam dibayang-bayangi film horor “The SAW”. Film ini didapat dari temannya.
Lalu saya menggunakan teknik ego state therapy dengan menggunakan kursi yang dikenal dengan nama empty chair. Anak tersebut tertarik dengan semua film kartun. Dan salah satu favorit dia adalah Doraemon. Lalu saya memakai doraemon ini sebagai salah satu ego statenya atau introject. kemudian saya menanyakan kepada dia, dilambangkan siapa si
rasa takutnya tersebut. Dia sebut nobita. Dan kita bermain-main dengan menggunakan Nobita dan doraemon. Anak tersebut saat memerankan doraemon, dia memberikan pil berani, baju terang, helm motivasi serta komputer pemrogram otak. Dan walhasil saat sudah dilakukan play therapy kesembuhannya langsung terlihat. Peserta juga happy karena play therapy benar-benar fun banget.

















DAFTAR PUSTAKA
·        Harris, T. 1981 . SAYA OKE-KAMU OKE, terjemahan, Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka.
·        Noor, M . 2002 .Transaksional analisisdalam buku Psikoterapi pendekatan konvensional dan kontemporer. Yogyakarta : Pustaka Pelajar offset.
·        www.ericberne.com/transactional_analysis_description.htm diakses tanggal 12 Maret 2011 pukul 09.56 wib
·        www.markwiddowson.com/page4.htm diakses tanggal 12 Maret 2011 pukul 10.00 wib
·        en.wikipedia.org/wiki/Transactional_analysis diakses tanggal 12 Maret 2011 pukul 09.58 wib
·        http://www.mind-reprogramming.com/ diakses tanggal 23 Maret 2011 pukul 12.37 wib








1 komentar:

  1. tau jual buku Harris, T. 1981 .
    SAYA OKE-KAMU OKE, terjemahan, Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. nya nga bor?

    kalo tau minta tolong email ke danstone_lau@yahoo.com

    BalasHapus