Sabtu, 21 Mei 2011

Mahasiswa Psikologi Berkarya Untuk Masyarakat


Mahasiswa Psikologi Berkarya Untuk Masyarakat
Rangkaian acara yang dikemas dalam sebuah tema besar bernama Psychology for Humanity ( PFH ) dengan tajuk “langkah cerdas membentuk generasi berkualitas” dilaksanakan tanggal 30 April – 1 Mei 2011 tepatnya hari Sabtu dan Minggu di Boyolali dan Stadion Manahan Kota Surakarta, Jawa Tengah berlangsung sukses dan sesuai rencana. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Himpunan Mahasiswa Psikologi (Himapsi) Universitas Sebelas maret ( UNS ) Surakarta dan Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia ( ILMPI ) Jawa tengah. PFH merupakan salah satu program kerja rutin tahunan dari Himapsi Universitas Sebelas Maret  ( UNS ), kerja sama ini merupakan yang pertama kalinya diadakan oleh pihak UNS dengan menggandeng organisasi mahasiswa berskala Jawa Tengah seperti ILMPI. Ikatan lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) merupakan organisasi yang menyatukan lembaga-lambaga mahasiswa psikologi yang ada diseluruh Indonesia, yang terbagi dalam beberapa wilayah diantaranya Jawa Tengah. Menurut Qoyi selaku ketua panitia PFH yang juga mahasiswa Progdi Psikologi UNS mengatakan “hal ini merupakan langkah positif untuk meningkatkan kemitraan dan memperluas jaringan dikalangan mahasiswa Psikologi di Jawa Tengah khususnya”.
Kegiatan PFH dimulai hari sabtu, 30 April 2011 dengan mengadakan kegiatan bakti pendidikan  di SDN 2 Sawahan kec. Ngemplak Boyolali. Dalam kegiatan tersebut para siswa SDN 2 Sawahan diajak bermain sambil belajar dengan kakak-kakak Mahasiswa dengan metode permainan edukatif  diantaranya menata puzzle besar, memasukkan pensil dalam botol, estafet pintar dan tebak kata. Menurut penuturan dari Qoyi selaku ketua panitia “game/permainan edukatif disini sebagai salah satu aplikasi dari ilmu Psikologi didunia pendidikan, dimana dalam belajar anak/siswa tidak harus didalam kelas dan dalam kondisi yang formal tetapi lebih dari itu siswa membutuhkan praktik dilapangan secara nyata untuk memacu kemajuan kognitif dan motoriknya”. Hampir sama dengan penuturan Ketua pantia, Koordinator ILMPI Jawa Tengah Hanang Trianto mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas semarang (USM) yang tergabung dalam tim kepanitian menuturkan “ permainan edukatif yang kami berikan, secara psikologis dapat menambah motivasi siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam berkompetisi diantara yang lain sehingga menimbulkan semangat untuk berprestasi”. Setelah melakukan serangkaian permainan edukatif siswa-siswa diajak untuk foto bersama dengan seluruh panitia dan delegasi pengurus ILMPI Jawa tengah. Tiada lupa para siswa juga di berikan bingkisan yang berisi peralatan sekolah sebagai kenang-kenangan. Dian siswa kelas 3 SDN 2 Sawahan mengungkapkan” saya senang dan gembira dengan acara permainan ini dan ingin lagi acara seperti ini dikemudian hari”. Diacara penutupan pihak panitia secara simbolis menyerahkan bantuan kepada kepala sekolah SDN 2 Sawahan berupa alat-alat pendidikan dintaranya Globe, buku tulis, kapur tulis, buku cerita dan papan tulis.
Gambaran keceriaan terpancar dari raut muka siswa, guru, delegasi ILMPI Jateng dan  seluruh panitia PFH menyaksikan kelancaran dan kesuksesan acara bakti pendidikan di SD 2 Sawahan. Beranjak dari SD 2 Sawahan secara estafet panitia menyiapkan acara penyuluhan terhadap ibu-ibu desa Sawahan kec. Ngemplak kab. Boyolali yang bekerja sama dengan Pemerintahan desa Sawahan kec. Ngemplak kab. Boyolali. Penyuluhan dilaksanakan di ruang sebelah balai desa Sawahan sebagai fasilitator yakni Dra. Suci Murti karini dengan judul “langkah cerdas menuju generasi berkualitas”. Acara penyuluhan berjalan cukup menarik dengan beberapa pertanyaan yang muncul dari ibu-ibu peserta dan terjadi dialog yang cukup manarik. Sekitar satu jam setengah acara penyuluhan pun selesai ditutup dengan video refleksi tentang arti seorang ibu bagi kehidupan anak, beberapa peserta merasakan suatu keterharuan dengan meneteskan air mata dengan menghayati makna video yang diputar oleh fasilitator.
Perasaan letih terpancar dari semua panitia PFH dan delegasi ILMPI Jateng setelah acara penyuluhan selesai, tetapi wajah senyum dan raut muka yang tulus masih tetap ada dalam benak terlihat ketika mereka bersama-sama membereskan perlengkapan yang selesai dipakai dan menikmati makan siang bersama dalam nuansa kekeluargaan. Setelah Acara selesai panitia dan delegasi ILMPI bersama-sama menuju penginapan untuk beristirahat dan mempersiapkan acara di halaman stadion Manahan, Surakarta hari Minggu besok nya.
Hari Minggu 1 Mei tepat pukul 05.00 wib panitia berangkat kelokasi untuk mempersiapkan stand-stand pameran yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan yakni Psikoterapi, konseling, bazar buku murah, permainan edukatif dan tarot. Semangat dan keceriaan tetap dalam optimisme seluruh peserta dan delegasi ILMPI Jateng untuk memulai acara pada hari ini. Sebelum stand-stand dibuka untuk umum panitia dan delegasi melakukan briefing sebentar, setelah selesai briefing stand mulai ramai dikunjungi oleh masyarakat baik tua, muda, remaja dan banyak anak-anak kecil dilokasi pameran. Anak-anak ramai mengunjungi stand permainan edukatif untuk sekedar bermain, menggambar  dan mewarnai. Kebanyakan anak-anak tersebut datang bersama orang tuanya. Wajah wajah senyum keceriaan terlihat dari anak-anak yang ikut mewarnai, bermain puzzle dan bermain dakon meskipun pada awalnya agak malu-malu untuk ikut bermain. Para orang tua pun tak mau ketinggalan menikmati serunya wahana pameran ini dalam acara Psychology for Humanity ( PFH ), seperti yang dilakukan Ibu Amin asal Surakarta sembari anaknya bermain para orang tua menyempatkan diri untuk mengunjungi stand psikoterapi Emotional Freedom technik ( EFT ) yang di Dikoordinir oleh Mahbub Mahasiswa jurusan Psikoterapi dan Ilmu tasawuf IAIN Wali Songo Semarang. Ibu Amin menuturkan “ bahwa dirinya merasa terbantu dengan terapi yang ia dapatkan, beliau merasakan sakit pusing dikepalanya mulai reda” selain itu beliau menuturkan acara seperti ini bagus untuk anak-anak dan orang tua “sambil jalan-jalan di Stadion Manahan kami mendapatkan terapi gratis dan sarana mencerdaskan anak-anak”. Acara berlangsung cukup ramai dan meriah, hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang antri untuk menikmati stand-stand yang telah disediakan oleh panitia.
Waktu semakin siang menunjukkan pukul 11.30 wib para pengunjung yang lalu lalang sedikit demi sedikit meninggalkan Stadion Manahan. Panitia pun menampakkan raut wajah yang cukup letih tetapi tetap tersenyum dan semangat karena kelancaran acara hari ini. Nada-nada canda dan tawa keluar dari panitia yang semakin akrab dengan delegasi dari ILMPI Jateng serasa semua merupakan keluarga besar yang lama tak berjumpa. Keceriaan dan suasana kekeluargaan panitia PFH dari Himapsi UNS dan delegasi ILMPI Jateng berlanjut dengan penutupan acara dengan penyerahan kenang-kenangan dari Himapsi UNS kepada ILMPI Jateng dan tak lupa foto-foto bersama untuk mengabadikan momen indah yang sangat berkesan menjadi acara yang tak kan dilewatkan bagi seluruh panitia dan delegasi ILMPI Jateng.
Sebuah nilai dan pengabdian pada masyarakat yang ditunjukkan oleh Himapsi Universitas Sebelas Maret dan ILMPI Jawa tengah merupakan sebuah wujud nyata kepekaan intelektual dan emosional yang jelas bermanfaat  bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebuah aksi yang layak mendapat apresiasi dan standing applaus dari kita semua masyarakat Indonesia disaat Negara ini dilanda krisis kepekaan terhadap sesamanya.
            Pengirim
            SELAMET RIYADI

Koordinator Badan Informasi dan komunikasi Eksternal Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi ( ILMPI ) Jateng 2011-2012
Delegasi  dari :
BEM Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus dalam acara Psycology for Humanity (PFH) yang diselenggarakan Himapsi UNS dan ILMPI Jateng 2011-2012

KEKAYAAN MULTIKULTUR POTENSI KEMAJUAN DUNIA PARIWISATA INDONESIA


KEKAYAAN MULTIKULTUR POTENSI KEMAJUAN DUNIA PARIWISATA INDONESIA
Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dengan multikultural, banyak sekali perbedaan yang ada di Indonesia meliputi berbagai kebudayaan yang ada, meskipun dengan semua itu kita tetap satu dalam kerangka negara kesatuan republik indonesia dengan semangat Bhineka tunggal ika yang masih terjaga sampai sekarang. Bersyukur layak kita haturkan kehadirat Tuhan YME karena kita terlahir disuatu negara yang kaya akan budaya dan tetap satu dalam keharmonisan. Potensi multikultural yang dimiliki Indonesia sebenarnya merupakan modal yang sangat berharga bagi Indonesia dalam mengembangkan dan bersaing dengan negara lain dalam hal sektor kepariwisataan. Kita dapat melihat betapa kompleksnya kekayaan budaya yang dimiliki oleh negeri kita tercinta ini, Terbentang dari sabang sampai merauke. Ada banyak keanekaragaman yang dimiliki oleh negeri kita dengan berbagai macam suku bangsa yang tentunya memiliki beragam hasil budaya yang bervariasi. Hasil budaya ritual (seni gerak misal tari-tarian, ritual aliran kepercayaan), benda ( pakaian adat, rumah adat. Senjata tradisional dll ), bahasa daerah yang bervariasi semua hal tersebut merupakan bentuk – bentuk multikultural yang dimiliki oleh negeri kita, tentu menjadi sebuah aset yang berharga.
Bagi saya, sebagai seorang warga indonesia hal-hal tersebut merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. Apabila dibandingkan dengan negara Asean yang lain Keunggulan potensi yang dimiliki oleh negeri kita lebih besar dari pada negara-negara tersebut. Kita ambil contoh saja Malaysia sebuah negara yang terletak di Utara pulau kalimantan hanyalah negara kecil yang memiliki budaya yang bisa dibilang homogen atau sejenis yakni budaya melayu saja, beda dengan kita dari aceh sampai papua beragam budayanya. Suatu gambaran nyata tentang keabsolutan potensi negeri kita yang kaya akan multikultural.
Sebuah tantangan bagi pemerintah untuk dapat memanajemen potensi Multikultural tersebut agar menjadi sesuatu  yang menarik dan bernilai jual tinggi dalam sektor kepariwisataan. Pemerintah pusat kita tahu memiliki menteri budaya dan pariwisata dan ditingkat daerah juga tersedia suatu Dinas pariwisata dan kebudayaan. Secara langsung mereka-mereka lah yang mempunyai tanggung jawab untuk memanajemen potensi multikultural yang dimiliki negara kita agar bisa menjadikan suatu aset yang mampu menjadi magnet bagi para wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke Indonesia. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Kementrian terkait dan dinas terkait sudah bekerja dengan maksimal untuk itu ?? saya berpendapat belum. Kita semua tahu banyak potensi budaya yang makin usang dan ditinggalkan oleh masyarakat salah satu sebabnya karena lemahnya peran dari kementrian budaya dan pariwisata dan dinas didaerah dalam upaya pelestarian budaya tersebut, padahal itulah aset milik kita yang sangat berharga. Pemerintah terlihat selama ini hanya lebih mengandalkan sektor pariwisata dari potensi alam saja yang banyak mendominasi, misal laut, gunung, danau dll. Memang benar semua itu bisa menjadi salah satu magnet wisatawan untuk datang keindonesia, tetapi apakah kita harus terpaku pada pesona alam saja yang tak jarang bergejolak ??  kita lihat gunung bromo, merapi yang sudah jelas berbahaya bagi wisatawan.
Menurut hemat saya pemerintah seharusnya mampu bersikap secara save to balance dalam memajukan dunia pariwisata, tidak hanya terkesan dari satu sisi saja tetapi melihat sisi lain secara cermat dan komprehensif. Potensi budaya seharusnya menjadi prioritas yang harus di sejajarkan dengan potensi alam dalam sektor pariwisata tanah air. Pemerintah dituntut untuk lebih gencar bekerja keras dalam memaksimalkan potensi budaya yang ada. Ada tiga langkah penting yang bisa dijalankan pemerintah untuk itu yakni :
a.       Menjalin kerjasama dengan berbagai sektor ( pemerintah dan swasta ) dalam hal pelestarian budaya yang ada di tanah air.
b.      Memperbaiki manajemen dunia pariwisata ditanah air.
c.       Adanya pameran budaya tanah air yang diselenggarakan di dalam negeri, lebih-lebih di luar negeri.
Ketiga hal tersebut merupakan langkah yang cukup efektif untuk tiga strategi dalam memajukan dunia pariwisata ditanah air. Ketiga langkah tersebut dapat menjaga eksistensi budaya ditanah air, manajemen yang lebih baik dan marketing pariwisata yang berhasil. Harapan dari saya dan tentunya masyarakat Indonesia pada umumnya adalah dunia pariwisata kita tetap eksis dan semakin berkembang pesat di dunia internasional.
Pengirim: 
SELAMET RIYADI
Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Kamis, 19 Mei 2011

MEMPERTANYAKAN SIKAP KRITIS MAHASISWA


MEMPERTANYAKAN SIKAP KRITIS MAHASISWA
Mahasiswa dikenal publik sebagai kaum intelektual yang berpendikan tinggi. Strata sosial dalam masyarakat menyebutkan bahwa mahasiswa diharapkan mampu untuk membawa angin perubahan bagi bangsa Indonesia dengan sikap intelektual dan kekritisanya. Satu contoh yang menjadi bukti nyata bagi perubahan bangsa  adalah awal kebangkitan reformasi, Kita semua tau dengan semangat perubahan dan kerja keras  pada bulan Mei  Tahun 1998 aksi mahasiswa berhasil menggulingkan rezim orde baru yang dengan segala kediktatorannya. Mahasiswa berhasil menduduki gedung MPR disenayan dan bersatu memperjuangkan tegaknya Reformasi di Negara Indonesia.  Aksi –aksi tersebut menyatukan semangat mahasiswa seluruh tanah air dengan satu tekad yaitu reformasi dipemerintahan Republik ini. Aksi yang dilakukan bulan Mei 1998 oleh mahasiswa Secara faktual memang membawa hasil yakni tergulingnya pemerintahan Soeharto pada era Orde Baru yang telah berkuasa selam 32 tahun pemerintahanya.
Reformasi telah berjalan selama 13 tahun, tetapi berbagai elemen kehidupan yang masyarakat rasakan sampai sekarang masih banyak yang kekurangan atau boleh dikata  kurang dari memuaskan. Masih banyak Masyarakat dibayangi dan mengalami kemiskinan, pengangguran yang jumlahnya jutaan penduduk, belum meratanya pembangunan di daerah-daerah, carut marutnya penegakan hukum, banyaknya perilaku korupsi dari pejabat  dan mahalnya biaya pendidikan di indonesia. Apakah hal tersebut merupakan jawaban dari Reformasi 98 ??
Mahasiswa mulai dipertanyakan perannya sebagai agen perubahan yang berciri intelektual dan kritis jika kenyataan yang dialami masyarakat indonesia masih berkutat pada kenyataan diatas, pada seputar kemiskinan dan pengangguran ditambah perilaku para pejabat negara yang rajin korupsi. Kemana sikap kritis dan intelektual mahasiswa yang sekarang? Tampaknya perlahan tapi pasti sikap –sikap tersebut mulai luntur dari diri mahasiswa, pembiaran dan tanpa kawalan yang pasti dari mahasiswa tentang problema yang terjadi dinegeri ini menjadi sebuah jalan bebas bagi orang-orang yang senang mengambil keuntungan sendiri dan kelompoknya. Mahasiswa terkesan lebih mengedepankan aspek intelektual semata dengan mengejar prestasi akademik, memang kita tahu banyak mahasiswa Indonesia yang berprestasi dikancah dunia dengan memenangkan berbagai kejuaraan misalnya Olimpiade Sains, Lomba Robotika dan paduan suara. Tetapi apakah hasil pencapaian itu membawa perubahan bagi keadaan sosial yang dirasakan oleh masyarakat indonesia sekarang ini ?? menurut hemat penulis belum cukup mahasiswa dengan kapasitas intelektual seperti itu akan membawa angin perubahan bagi masyarakat Indonesia.
Seharusnya Sikap kritis layak dikedepankan oleh mahasiswa Untuk mengawal segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan jajarannya, kebijakan yang menyangkut kepentingan orang banyak patut menjadi perhatian serius. Sebagai mahasiswa kita tidak boleh memasrahkan keputusan ditangan para eksekutif dan legislatif begitu saja, tetapi sikap kritis kita sebagai mahasiswa layak dan wajib dikedepankan. Banyak jalan untuk menuju implementasi sikap kritis sebagai mahasiswa, misalnya kita dapat mengadakan diskusi dengan pemerintah dan DPR  tentang kebijakan apa yang diambil. Kita di sana dapat bertanya tentang alasan-alasan apa yang mendorong untuk mengambil kebijakan tersebut dan bagaimana penjelasan logis dengan sistematis dari para pejabat pemerintahan. Tentunya banyak metode yang lain untuk mewujudkan mahasiswa yang kritis, kita semua yakin dengan sikap kritis yang dimiliki oleh mahasiswa sedikit banyak akan mampu memberikan perubahan bagi kemajuan kehidupan sosial dimasyarakat kita.
SELAMET RIYADI